Selasa, 05 April 2016

I Have To Go (AGAIN)

Udah lupa caranya nangis. Nangisin kamu, lupa banget caranya. Rasanya kayak ada yg sakit di sini. Dada ini entahlah sakit, aku lagi bukan kumat penyakitnya lagi kan

Kenapa ini? Sesak rasanya, aneh rasanya. Susah aku ungkapkan banget. Di bagian antara tulang rusuk di bagian dada antara diafragma sebelah kanan. Rasanya ada yg memukul dengan keras, menekannya, sakit loh. Rasanya ada yg aneh? Kenapa ya? Sesak nafas?

Aku rasa bukan, nafasku lancar aja. Tapi tiap kali aku memejamkan mata lalu menarik nafas panjang. Rasanya tenang. Aku memutar sebuah lagu. Judulnya Cinta begini by Tangga. Aneh?
Kenapa rasanya teringat sesuatu? Aku teringat beberapa kejadian di masalalu. Apakah mungkin?

Aku sedang kecewa? Hah? Sudah lama aku tidak pernah merasa seperti ini. Apa ini kecewa? Aku rasa iya. Aku rasa kecewa bukan begini. Sekalipun aku kecewa, ga bakal di bawa hati banget. Kenapa ini? Kecewa jenis apa ini yg buat aku terus kepikir. Menyesal? Mungkin.
Lalu berpadu jadi satu. Kecewa dan menyesal. Aku kecewa.

Kecewa karena mengetahui jelas kalau dia ternyata hanya menjadikan ku pelampiasan, dia hanya menjadikan ku tempat istirahat hati. Aku menyesal.
Menyesal karena mengulang kesalahan yg sama. Ya, aku dengan mudahnya teringat dia terus yg tidak pernah melihat ku. Menyesali diri sendiri, dengan mudahnya tertipu dia lagi. Percaya kalau dia memang mau padaku, percaya dia sudah berubah.

Percaya! Percaya kalau dia menyesal padaku karena telah mengabaikan ku dulu.
Padahal itu semua omong kosong! Itu hanya salah satu tipu dayanya! Dia menghilang lagi sekarang. Mengatakan kalau kita tidak ada apa-apa. Mengatakan kita tidak baik kalau bersama, "kamu teman baik ku." Sakit!

Apa mau mu sebenarnya padaku! Kenapa kamu dengan mudahnya menarikku lagi ke hidupmu? Padahal aku sudah berusaha menghilang! Tahukah?
Aku sampai mencari strategi agar tidak bisa bertemu kamu? Sampai aku memilih kampus yg berbeda dengan mu. Aku lari selama ini! Usahaku sia-sia.
Kamu selalu bisa dengan mudah kembali lagi ke kehidupanku. Kembali lalu pergi lagi, bodohnya aku langsung luluh & percaya! Terimakasih.


Tahu kah? Aku tuh salah satu dari banyaknya cewe paling bego yg pernah ada. Kenapa?

Cause, dengan bersedianya terus menunggu orang yg jelas ga mau nengok ke arah aku. Ironisnya lagi, aku tahu kenyataan kalau kamu juga ga bakal pernah sekali pun buat nengok ke arah aku sebentar saja. Bego ya? Mau-maunya nunggu orang yang ga jelas. Nyesel?

Mungkin lebih tepatnya aku capek. Iya capek aja aku terus mengulang kesalahan yang sama. Maaf saja tapi sekarang aku mulai mengerti rasanya capek & menyerah. Makasih ya udah ajarin aku apa namanya menunggu dengan kesabaran yang sangat besar, makasih juga udah nyadarin aku kalo aku tuh bego mau nunggu orang yang bego juga, makasih udah ingetin  kalau usaha aku menghindar dari kamu belum maksimal & masih kurang.

Ya, aku sadar ini masih kurang. Ternyata dengan jarak saja tidak cukup. Melepas teman-teman baikku yg mengenalmu agar aku tidak lagi mendengar kabar darimu. Itu masih kurang. Masih kurang juga usahaku supaya kenal banyak orang baru. Aku harus bagaimana? Bagaimana caranya supaya aku bisa lupa semua masalalu itu? Bahkan doa-doa yg aku panjatkan kepada Tuhan juga masih belum dikabulkan. Aku kurang apa Tuhan

Aku ingin menangis, tapi tidak bisa.
Iya, sulit! Entahlah, sulit sekali. Bahkan aku sempat merasa air mata untuknya sudah kering. Tapi dada ini sesak, sakit. Kenapa ini? Tapi mata ini & pikiran ini mengatakan, sudah tidak ada lagi air mata yg dikeluarkan hanya untuknya. "Sudah cukup dulu kamu bersedih tentang dia terus. Kami lelah harus terus mengungkit orang itu terus, sudah saatnya kamu istirahat darinya." Entahlah pikiran & air mata berkata seperti itu padaku. Tapi hati berkata, aku masih belum bisa & rela melepasnya! Aku ga bisa! Sulit! Siapapun tolong temukan aku.

Aku akan pergi untuk mencari tempat persembuyian, lagi. Itu kata hati ku yg lain & logika ku yg mengatakannya. Aku akan kembali bersembunyi, kembali menghilang sejenak. Untuk kamu disana.
Terimakasih. Terimakasih sudah singgah & mampir sejenak disini. Terimakasih, aku harap kamu tidak bisa menemukanku lagi.

Untuk kamu disana.
Aku harap kamu tidak menemukanku untuk kesekian kalinya. Aku berharap yg menemukannku bukan kamu, tapi yg lebih pantas.

I have to go (AGAIN) , thanks for everything :)